Selasa, 03 Juli 2012


ASAP CAIR 
 ( LIQUID SMOKE )


     Peternakan ayam termasuk salah satu lahan ekonomi  yang memberi andil besar bagi masyarakat. Namun ditengah mulai menggeliatnya usaha bidang peternakan ayam, muncul masalah yang mengganggu kegiatan usaha peternakan. Yaitu masalah mengenai pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh kotoran ayam dari peternakan. Beberapa lokasi yang telah kami survey menunjukkan bahwa para pemilik usaha ternak selalu menerima keluhan dari warga sekitar  akibat bau yang ditimbulkan oleh kotoran ayam. karena pada kotoran ayam terdapat banyak senyawa amonia dan hidrogen sulfida (setiawan, 1996). kedua senyawa tersebut, ammonia-lah yang memiliki pengaruh terhadap bau yang ditimbulkan, yang dalam kadar tertentu amonia dapat berpengaruh terhadap kesehatan orang yang menghirupnya (charles dan hariono, 1991).   Di samping sangat mengganggu penduduk sekitar, Gas amonia yang dihasilkan oleh kotoran, berdampak langsung terhadap binatang ternak itu sendiri karena mengurangi tingkat produktifitas hewan ternak. hal ini juga memunculkan permasalahan lain, yaitu oleh banyak berkembangnya lalat yang disebabkan oleh bau dari tumpukan kotoran.

     Hingga detik ini para peternak belum menemukan solusi terbaik atas permasalahan ini. Adapun beberapa produk yang ditawarkan dipasaran belum mampu mengatasi masalah ini secara optimal bahkan justru menimbulkan permasalahan lain karena sebagian besar produk tersebut berasal dari bahan kimia.

     Para peternak sebenarnya telah mencoba menggunakan beberapa solusi terhadap permasalahan ini, diantaranya adalah dengan menggunakan formalin sebagai pengurang bau dan mengembangkan metode peternakan close. Namun demikian, penggunaan formalin selain berbahaya, karena tebuat dari bahan kimia, ternyata juga belum sepenuhnya mampu menghilangkan bau kotoran ternak secara maksimal dan dari segi ekonomi harga formalin di pasaran yg cukup tinggi akan membuat beban biaya peternak makin meningkat.

     Sedangkan untuk pengembangan metode peternakan close sebenarnya cukup efektif meredakan bau amonia. Metode ini dil`kukan dengan cara membuat kandang secara tertutup sehingga ayam harus kontak langsung dengan kotoranya dan setiap 2 hari sekali kotoran ayam harus dibersihkan. Namun pengembangan metode ini juga masih menyisakan beberapa permasalahan baru. Yang pertama; penggunaan AC dan kipas angin untuk mengeluarkan gas amonia dan mengatur suhu kandang jelas akan menambah biaya operasional para peternak yang cukup banyak. Kedua; karena ayam harus berkontak langsung dengan kotoran ayam, maka setiap 2x /minggu peternak harus menyemprotkan vitamin untuk ayam dan juga formalin untuk mensterilkan kandang. Maka jelaslah bahwa hal ini berdampak buruk terhadap lingkungan lantaran produk yang digunakan terbuat dari bahan kimia.

      Ditengah peliknya permasalahan tersebut, ada setitik harapan yang bisa menjadi solusi efektif  bagi para peternak ayam. Produk tersebut adalah asap cair (liquid smoke) yang berasal dari asap tempurung kelapa yang telah di destilasi. Setelah beberapa kali melakukan uji lapangan, asap cair sangat nyata mampu menghilangkan bau kotoran ayam secara efektif dan tidak berdampak negatif terhadap lingkungan lantaran produk tersebut berasal dari bahan alami. Kendala utama yang dihadapi produk tersebut adalah karena produk tersebut merupakan produk baru yang belum banyak dikenal oleh para peternak ayam secara luas. maka Adanya sosialisasi pada produk asap cair diharapkan mampu memperluas jangkauan produk tersebut agar dapat digunakan oleh para peternak ayam, sehingga dapat mengatasi dampak pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh kotoran ayam.

      Maka berdasarkan latar belakang di atas, harapan kami terhadap permasalah pencemaran lingkungan hidup dan kesehatan ini ditanggapi serius oleh semua pihak, karena dengan isu lingkungan hidup tersebut  tentunya akan sangat  mempengaruhi perkembangan industri peternakan.

 

      Bagi industri peternakan, penggunaan asap cair sebagai penghilang bau serta pereda amonia  yang berbahaya bagi lingkungan serta produktifitas yang di timbulkan oleh kotoran unggas, sampai saat ini merupakan solusi terbaik. Senyawa organik yang terkandung dalam asap cair telah secara ilmiah maupun empirik. mampu menekan bau amonia yang berdampak negatif  pada produktifitas unggas  secara efektif, cepat dan aman. Efisiensi dicapai dengan kepekatan pencampuran ke dalam air yaitu 2%-4% saja. Satu kali penyemprotan larutan, terbukti mampu mengurangi bau amonia kotoran unggas sampai 90% selama 6 hari seperti yang telah diterapkan di Sumber Rejeki Farm, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur.

 

Produk pesaing / competitor
    Asap cair digunakan untuk menggantikan formalin sebagai desinfektan.  Berikut perbandingan antara asap cair dan formalin :


ASAP CAIR
FORMALIN
Asal
Bahan alam, mudah didapat
Bahan kimia, susah didapat
Bau
Khas asap cair
Menyengat khas formalin, aroma terbakar
Efek samping
Aman, tidak ada efek samping
Membahayakan kesehatan
Warna
Kekuningan, kdcoklatan
Jernih
Keuntungan
Aman bagi kesehatan maupun lingkungan
Berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan
Kisaran harga
harga variatif mulai dari Rp. 15.000-Rp. 20.000/liter
Rp. 25.000 / liter

      Perkembangan asap cair telah menunjukkan prospek yang cerah. Hal ini cukup wajar mengingat asap cair memiliki kelebihan yang tak dimiliki produk kimia manapun, yaitu ramah lingkungan dan tanpa efek samping. Dua hal diatas merupakan keinginan banyak pihak, pemerintah maupun masyarakat sendiri,  Hal ini pula yang disadari oleh beberapa pelaku bisnis untuk menggeluti lahan usaha ini. Dan semakin banyaklah produsen asap cair yang mulai tumbuh di berbagai tempat.
Secara umum produk yang dihasilkan oleh para produsen hampir sama (kandungan asap cair seperti disampaikan di bab sebelumnya). Kalaupun ada perbedaannya, mungkin hanya dari segi teknis produksinya. 

Di akhir tahun 2011 lalu dalam ajang lomba inovasi bisnis pemuda yang diselenggarakan oleh kementrian pemuda dan olahraga, seorang peserta yang mempresentasikan inovasi dalam alat produksi asap cair keluar sebagai juara 1 

(
http://kemenpora.go.id/index/preview/pengumuman/89).
Inovasi yang dibawa oleh peserta tersebut mampu memproduksi asap cair dengan hasil yang lebih effisien dan dengan kualitas serta kuantitas yang lebih baik. Diawal telah kami sampaikan bahwa asap cair pada umumnya mengandung fenol (antioksidan-pembunuh bakteri) sejumlah 4,13%. Sedangkan Andrie, partner bisnis kami, pemenang lomba tersebut, mampu menghasilkan asap cair dengan kandungan fenol jauh diatas asap cair pada umunya yaitu sebanyak 29,77%. Selain itu beberapa keunggulan produk yang bisa kami sebutkan melalui perbandingan, antara lain:
Asap Cair Umum
Asap Cair Kami
Mengandung fenol 4,13%
Mengandung fenol 29,77%
Jumlah produksi : 25 ltr /100 kg tempurung kelapa
Jumlah produksi : 50 ltr /100 kg tempurung kelapa
Asap cair yg dihasilkan dari destilasi pertama adalah Grade III dan untuk menghasilkan kualitas yg lebih baik (Grade II) harus melakukan destilasi ulang
Tanpa melakukan destilasi ulang langsung bisa memproduksi asap Cair kualitas Grade II

Dari beberapa keunggulan diatas, asap cair hasil produksi Kami memiliki kualitas 6x lipat dari asap cair pada umunya dan kuantitas 2x lipat dari produksi asap cair pada umumnya. selain karena kualitasnya, jika di tinjau dari sisi harga jual maka standard harga tawar kamipun memiliki keunggulan lebih ringan dari pada produsen asap cair pada umumnya, sebab biaya produksi kami jauh lebih murah, maka atas penyampaian ini kami bermaksud menegaskan bahwa produk yang dihasilkan dari usaha ini, masih belum memiliki pesaing yang signifikan sehubungan dengan kualitas maupun harga jualnya Senyawa kimia dan waktu retens.
Hasil analisa uji lab
Asap Cair Tempurung Kelapa Grade II
Waktu retensi
Senyawa Kimia
Area (%)
2,042
2,298
2,417
2,600
12,575
13,698
13,958
14,043
14,838
15,060
16,658
16,717
19,027
19,482
20,811
21,329
26,873
Heksan
Heksan
Siklonpentena
2-Propanon
1-Pentena-3-ol
Asam asetat
2-Propanon
2-Furaldehid
2-Furanmethanol
Asam Propanoic
2(3H)-Furanon
2-Furanmetanol
2-Siklopentan
O-metoksi phenol
2-Metoksi-4-metilphenol
Phenol
2,6 Dimetoksi Phenol
2,57
18,53
0,34
0,35
0,87
30,23
2,01
3,80
0,38
1,47
1,16
2,21
0,74
3,45
0,97
29,77
1,15


Bioliquid

Dibuat dengan menggunakan bahan dasar organik murni asap cair (liquid smooke) yang menghasilkan kandungan Bioflavonoid dan Phenol yang tinggi, terbukti secara ilmiah maupun empirik untuk menekan bau amonia kotoran ternak maupun bau dari limbah organik lainnya, secara efektif, cepat dan aman. Efisiensi dicapai dengan kepekatan pencampuran ke dalam air yaitu 2%-4% BIOLIQ saja. Satu kali penyemprotan larutan BIOLIQ terbukti mampu mengurangi bau amonia kotoran ayam sampai 90% selama 5-6 hari.

BIOLIQ juga diperkaya dengan formula Anti Larva Lalat.
Dianjurkan tangki dari logam segera dicuci bersih setelah dipakai menyemprotkan larutan Bioliq untuk menghindari korosi (karat).
Dengan harga yang sangat terjangkau dan finacially friendly, kami yakin BIOLIQ akan mampu menjawab berbagai persoalan yang ditimbulkan oleh kotoran ayam. Termasuk dampak sosial terhadap masyarakat lingkungan sekitar yang terimbas bau menyengat kotoran ayam selama ini. Sering kali kita membaca berita adanya peternakan ayam didemonstrasi warga yang rumahnya berdekatan dengan kandang ayam. Semoga cost yang ditimbulkan oleh dampak sosial usaha peternakan khususnya ayam baik broiler maupun layer dan unggas lainnya bisa dihindari atau minimal dikurangi dengan hadirnya BIOLIQ.
Harga : Rp. 15.000,- / Liter
"minimal pengambilan 50 Liter"

Untuk pemesanan hubungi : Adhi Budi S.
                                            Jl. Gondomanan no. 20 Ds. Paron Kec. Bagor
                                            Nganjuk Jawa Timur 64461
                                  Tlp  : 081.235.127.996